You are currently viewing Bimbingan Teknis Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Kecamatan Sambas
  • Post author:

Hari Pertama | Sambas, 15 September 2025 – Pemerintah Kabupaten Sambas melalui Dinas P3AP2KB menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting di Aula Atas Bapperida Kabupaten Sambas.

Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa instansi terkait, perangkat kecamatan, puskesmas, serta perwakilan desa/kelurahan. Hadir sebagai narasumber, Adriyanto, S.H dari Investing in Nutrition and Early Years (INEY), yang memberikan materi terkait strategi integrasi program, penguatan data, serta peran lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting.

Setelah mendengarkan paparan narasumber dan melakukan diskusi bersama, peserta menyepakati beberapa poin penting sebagai tindak lanjut kegiatan, yaitu:

Seluruh kecamatan wajib mengisi ANSIT dan layanan semester 1 yang telah terverifikasi paling lambat tanggal 25 September 2025.

Data Sasaran:

Jumlah penduduk, keluarga/rumah tangga, remaja putri, dan anak usia 0–17 tahun menggunakan data profil desa (update Juni & Desember).

Jumlah ibu hamil dan ibu nifas menggunakan data estimasi; sementara indikator gizi dan kesehatan anak usia 0–59 bulan menggunakan data real.

Jumlah calon pengantin menggunakan data dari KUA dan/atau Puskesmas.

Data Layanan:

Indikator ibu hamil menerima makanan bergizi seimbang tidak diisi.

Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas akan mengeluarkan edaran kepada puskesmas untuk memilah data layanan bayi, baduta, dan balita diare.

Data remaja putri yang mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) dan pemeriksaan anemia menggunakan data sekolah sesuai ketentuan Kemenkes.

Optimalisasi Surat Keterangan Bagi Calon Pengantin (Surat K B Catin) untuk memperoleh data calon pengantin.

Indikator pemanfaatan pekarangan diisi dengan data dari desa.

Data Pendukung:

Jumlah lembaga PAUD, SMP/MTs, SMA/MA, serta guru PAUD menggunakan data Dapodik dari Korwil Pendidikan di Kecamatan.

Bimtek ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi lintas sektor dalam pengumpulan, pengolahan, dan pemanfaatan data stunting, sehingga intervensi percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sambas dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan tepat sasaran.